khutbah jumat : keharusan membina diri

Pembinaan diri pribadi (Tarbiyah Dzatiyah) adalah pembinaan (tarbiyah) yang dilakukan seorang muslim/muslimah terhadap dirinya secara mandiri. Latar belakang yang menjadikan pentingnya pembinaan pribadi ini adalah kenyataan bahwa tak selamanya seorang muslim berkesempatan belajar pada seorang alim atau ustadz, bahkan terkadang ada suatu saat dimana seorang muslim berada pada lingkungan yang buruk.

Seorang muslim/muslimah sudah seharusnya mejadi pemimpin pertama bagi dirinya sendiri. Dan untuk menjalankan pembinaan pribadi ini,diperlukan kesungguhan. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk menjadi buruk karena tidak memiliki guru, karena guru itu sangat banyak macamnya, tak hanya sosok manusia yang hadir di depan kita memberikan uraian panjang lebar suatu materi. Terlebih lagi bagi muslimah, ia memiliki banyak keterbatasan dibandingkan laki-laki. Fitrah dan tugas utama seorang muslimah secara umum di rumah. Mereka akan menikah, memiliki suami dan anak-anak sebagai amanah Allah kepadanya. Dan untuk menunaikannya ia harus lebih banyak di rumah.

Para sahabat/sahabiyah sangat rajin membina diri mereka sendiri. Mereka tiada henti-hentinya mencari ilmu, mengembangkan potensi dirinya, mendiskusikan ayat-ayat Allah, hatta Aisyah sekalipun. Padahal mereka tidak memiliki wadah formal semacam sekolah atau pesantren. Untuk itu tidaklah heran bila mereka berhasil menjadi manusia-manusia pilihan sebagai generasi militan.

Ada banyak bidang sasaran daripada Tarbiyah Dzatiyah ini, yang dapat diklasifikasikan dalam beberapa bidang seperti bidang keimanan, penyucian jiwa (Tazkiyah Nufus),Kesehatan, intelektual, akhlaq, management, kreativitas, dan sebagainya.

Tarbiyah keimanan dapat berupa pendalaman kembali akan eksistensi Allah sebagai satu-satunya Ilah, pemberi rizki, pembuat hukum, penentu gerak alam semesta, kemudian memikirkan ayat-ayat kauniyah (alam dan isinya), tadabbur alam, dan sebagainya.

Tarbiyah bidang penyucian jiwa dapat dilakukan dengan memperbanyak tilawah al-quran, sholat lail, puasa sunnah, beramal dengan harta, serta menjauhi penyakit-penyakit hati semacam riya, takabbur, ghibah, ujub dan sebagainya.

Tarbiyah kesehatan, dapat dilakukan dengan banyak membaca buku-buku kesehatan, berolah raga secara teratur, memeriksakan diri ke dokter bila sakit, menjauhi sumber-sumber timbulnya penyakit, dan selalu berdo’a sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah :”Ya Allah, sehatkanlah badanku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku”.

Tarbiyah akhlaq dapat dilakukan dengan membaca sejarah para nabi, para sahabat dan orang-orang shalih sebelum kita agar akhlaq kita selalu terilhami dari akhlaq mereka , selalu introspeksi diri (muhasabah), menjauhi bergaul dengan teman yang berakhlak tercela, dan sebagainya.

Dalam tarbiyah bidang manajemen dan kretifitas, seorang muslim adalah manajer yang handal, dia harus belajar untuk disiplin, banyak membaca, menambah ketrampilan, membuang sikap malas, pesimis, dan kehilangan etos kerja. Abu hanifah pernah berkata kepada Abu Yusuf, muridnya : “Kebodohan itu bisa diusir dengan terus menerus belajar, Jauhilah sifat malas, sebab malas itu sumber keburukan dan kerusakan yang amat besar” (Ta’lim Muta’alim, hal 42)

Sesungguhnya tarbiyah Dzatiyah tidak terpaku pada satu cara saja seperti membaca saja misalnya, akan tetapi dapat kita lakukan dalam beberapa cara. Berikut ini beberapa bentuk cara dan sarana yang dapat kita lakukan sebagai upaya pembinaan diri.

1. Mengajar.

Mengajar dapat melatih diri kita sebagai murabbi (pendidik). Murid dapat kita cari kalau ada kemauan, misalnya saudara, anak-anak tetangga, pembantu rumah tangga di komplek-komplek perumahan yang belum dapat membaca al-Quran dengan baik, Lebih baik lagi jika dapat mengajar di masjid disamping untuk memakmurkan masjid.

2. Silaturrahmi.

Silaturrahmi merupakan anjuran yang disyariatkan Allah secara langsung al-Quran, dengan silaturrahmi kita membuka banyak kesempatan untuk mengajak mereka kejalan yang diridhai Allah SWT. Berinteraksi dengan masyarakat banyak membuka peluang untuk beramal shaleh, menunjukkan amal islami, memnabtu kesusahan orang lain, yang akan mendidik kita untuk memiliki kepekaan rasa, kehalusan budi, dan kesabara.

3. Mengisi waktu luang di perjalanan.

Ada beberapa alternatif pemanfaatan waktu luang di perjalanan :

Mendengarkan kaset. Jika kita memiliki walkman, maka waktu diperjalanan dapat kita manfaatkan untuk mendengarkan bacaan tartil al-Quran, ceramah, dan sebagainya.
b. Dialog dan diskusi, Ini jika kita bertemu dengan saudara sesama muslim yang dapat kita ajak berdiskusi seputar problematika ummat Islam saat ini, atau mendiskusikan apa saja asal tetap pada rambu-rambu dan etika berbicara dalam Islam.
Membaca. Syekh Hasan al-Banna, seorang alim, semoga Allah merahmatinya, banyak menghabiskan buku dan menulis di atas trem kereta api. Sebaiknya ditentukan sebuah buku yang harus kita baca hanya jika dalam kendaraan. Dengan demikian, perjalananpun memiliki nilai tambah dan tidak menyebabkan kita terjerumus pada kelalaian.
Tafakkur dan Tadabbur alam. Memperhatikan alam yang kita lewati, keadaan orang-orang di sekitar kita, seraya mengamalkan hadits rasul SAW : “Perhatikanlah kepada siapa-siapa yang ada di bawah kalian, dan janganlah memperhatikan yang ada di atas kalia, karena hal itu lebih pantas supaya kamu dapat mensyukuri nikmat Allah”. (HR. Muttafaq alaih dari Abu Hurairah)

Untuk dapat menjalankan trabiyah dzatiyah ini, mutlak diperlukan kesungguhan, kemauan (azzam) yang kuat, jadwal yang rapi lagi berusaha ditaati sendiri, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Untuk itu hendaklah kita senantiasa berdo’a agar dihindarkan dari kelemahan dan kemalasan sebagaimana do’a yang selalu dipanjatkan Rasulullah SAW : “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ‘ajzi (kelemahan), kasali (kemalasan), jubni (sempit hati), bukhli (pelit), ghalabatid daini (terlilit hutang), Qahrir rijal (dikuasai musuh)”. Wallahu A’lam Bish Shawab.

Sumber:IkadiJatim
Khutbah Jumat, khutbah jum'at 2012
Readmorekhutbah jumat : keharusan membina diri

PERBEDAAN PUBLIC RELATIONS DENGAN PEMASARAN



Public Relations dan Pemasaran

Bagi sebagian besar masyarakat telah mengenal posisi Hubungan Masyarakat (Public Relations). Keberadaan Public Relations (PR) biasanya sering dijumpai di perusahaan atau organisasi. Keberadaan seorang PR di sebuah perusahaan atau organisasi sangat penting karena menyangkut pencitraan yang baik sebuah perusahaan atau organisasi. Sebelum melihat tugas dan fungsi PR lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui defenisi dari PR itu sendiri. Beberapa referensi yang penulis baca mendefinisikan PR secara berbeda-beda, namun semua definisi itu bertitik tolak pada suatu sub-defenisi mengenai PR. Adapun defenisi PR menurut beberapa ahli sebagai berikut:

Prof. Marton:

PR adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan, dan tatacara sebuah organisasi, demi kepentingan public, dan melaksanakan program kegiatan, dan komunikasi untuk menarik penngertian umum dan dukungan politik.

Dr. Rex Harlow:

PR adalah fungsi manajemen yang khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya mengenai komunikasi, pengertian, penerimaan, dan kerjasama melibatkan manajemen dalam permasalahan/persoalan, membantu manajemen menjadi tahu, mengenal dan tangap terhadap publik, menetapkan dan menekankan tanggungjawab manajer untuk melayani kepentingan publik, mendukung menejemen dalan mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertidak sebagai sistim peringatan dini dalam membantu mengantisipasi kecenderungan dalam menggunakan penelitian secara teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.

The Statement of Mexico:

Praktek Public Relations adalah seni dan ilmu pengetahuan sosial untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekwensi-konsekwensi, menasehati para pemimpin organisasi, dan melaksanakan program-program yang berencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani baik kepentingan organisasi maupun kepentingan umum.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik satu defenisi pengertian Public Relations yaitu sistem manajemen dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang menekankan pada suatu hubungan baik secara internal (antar anggota dalam perusahaan atau organisasi) maupun eksternal (dengan pihak luar perusahaan atau organisasi, misalnya masyarakat). Tujuan keberadaan PR dalam sebuah perusahaan adalah menciptakan saling pengertian dan tujuan bersama antara perusahaan dan public (masyarakat) guna nama baik suatu perusahaan atau organisasi di mata masyarakat. Biasanya posisi PR dipegang oleh seorang Public Relations Manager yang bertugas merencanakan dan mengembangkan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, baik masyarakat maupun dengan pihak media. Seorang PR Manager juga bertanggung jawab terhadap kelancaran komunikasi dengan berbagai pihak tersebut guna mempertahankan citra baik suatu perusahaan atau organisasi.

Setelah mendefinisikan PR, lantas apa pula yang dimaksud dengan Pemasaran dan apa yang membedakan antara PR dengan Pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu fungsi bisnis yang mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi, menetukan pasar sasaran promosi produk yang paling baik untuk dilayani, serta menentukan produk atau jasa serta program-program yang sesuai guna melayani pasar. Secara sederhana, Pemasaran adalah suatu proses sosial dan sistem pengaturan di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang menguntungkan satu sama lain. Tujuan dari sebuah pemasaran adalah untuk mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa (apa yang diinginkan konsumen dan bagaimana cara pemenuhan kebutuhan tersebut) serta mempengaruhi masyarakat sehingga produk atau jasa yang diproduksi sebuah perusahaan dapat terjual dan menguntungkan pihak perusahaan juga masyarakat. Konkritnya, pemasaran berupaya mempengaruhi masyarakat untuk membeli suatu produk. Dalam pemasaran terjadi proses pemasaran yang terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.

Keterkaitan Public Relations dan Pemasaran

Seperti telah disinggung sebelumnya, Pemasaran merupakan kegiatan dalam pengembangan produk yang tepat dengan harga yang tepat, menempatkan (distribusi) produk di tempat yang tepat, serta melakukan promosi. Semua kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat yang menjadi sasaran dalam proses pemasaran (konsumen) dapat membeli produk yang dihasilkan dengan biaya terjangkau, dapat dengan mudah memperoleh produknya, serta mengetahui bahwa sebuah produk telah dikeluarkan oleh sebuah perusahaan atau organisasi. Dalam sebuah situs blog dikatakan bahwa pemasaran hampir sama dengan iklan, terkait dalam hal promosi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menwarkan produk yang dihasilkannya.

Dalam sebuah perusahaan PR berfungsi membangun persepsi atau anggapan dari masyarakat. Masyarakat akan membeli suatu produk jika produk itu dihasilkan oleh sebuah perusahaan yang memiliki citra baik dan sudah dipercaya sejak lama oleh masyarakat. Inilah yang menjadi tugas PR dalam membentuk opini publik guna pencitraan yang baik oleh perusahaan sehingga menimbulkan minat dan kepercayaan dari masyarakat. Untuk pencitraan ini PR akan melakukan sebuah proses marketing. Dalam perspektif ini, PR menjalankan fungsi publikasi, membantu dan memperluas cakupan konsumen yang telah direncanakan sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan. Strategi ini dapat dilakukan dengan menggunakan iklan dan berbagai teknik komunikasi marketing lainnya, semuanya itu masuk ke dalam satu bingkai pemasaran.

Perbedaan PR Dengan Pemasaran

Sangat sulit menarik benang merah perbedaan antara PR dan Pemasaran, bahkan terkesan tidak jelas. Kedua bidang ini saling mempengaruhi dan sangat penting dimiliki oleh sebuah perusahaan atau organisasi. PR dan Pemasaran menentukan sukses atau tidaknya sebuah perusahaan. Sebagian Manager tidak begitu memahami hakekat fungsi dan tujuan keberadaan PR dalam sebuah perusahaan. Fungsi PR dipandang hanya merupakan sub-bagian dari fungsi marketing dan hanya menjalankan fungsi publikasi. Pun demikian, jika kita kaji lebih dalam lagi, PR bukan hanya sub-bagian dari fungsi marketing, namun juga menjalankan fungsi dalam pengelolaan hubungan, baik internal maupun eksternal sebuah perusahaan demi hasil yang dicapai secara maksimal.

Dengan pemahaman yang demikian, sangat sulit jika kita membedakaan antara PR dan Pemasaran. Namun, yang menjadi dasar perbedaan dari keduanya adalah pemasaran dimaksudkan untuk suatu strategi yang dijalankan oleh sebuah perusahaan dalam hal promosi produknya kepada masyarakat. Sedangkan PR adalah penunjang keefektifan jalannya sebuah strategi marketing tersebut.

Contoh:

Produk Kentucky Fried Chiken atau yang lebih dikenal dengan akronim KFC telah dikenal secara luas oleh masyarakat. Tidak ada masyarakat yang tidak mengetahui KFC meskipun mereka belum pernah menikmati ayam gorengnya yang renyah dan gurih. KFC bukanlah produk asli Indonesia, melainkan produk makanan cepat saji yang berasal dari salah satu negara bagian di Amerika, Kentucky. Kita percaya bahwa produk KFC itu enak walaupun baru mengenalnya. Hal ini terjadi karena sistem manajemen perusahaan KFC yang baik. Mereka menggunakan jasa PR dengan sangat maksimal dalam hal pencitraan kepada masyarakat. Selanjutnya, PR melakukan fungsi publikasi yang menjadi sub-bagian dari fungsi marketing guna mempromosikan produk kepada masyarakat. PR memasang iklan di berbagai media massa; cetak maupun elektronik, yang kesemuanya itu dapat diakses/dilihat oleh masyarakat. Iklan atau promosi yang dilakukan oleh manajemen KFC berupaya mempengaruhi masyarakat untuk mencoba dan membeli produk KFC. “Jagonya Ayam” merupakan slogan KFC yang mampu mempengaruhi publik. Hasil yang diperoleh KFC dapat kita lihat pada kenyataannya saat ini. Produk KFC dikonsumsi dan dipercaya oleh masyarakat sebagai produk ayam goreng yang gurih, renyah, dan enak melebihi ayam goreng yang dimasak di rumah sendiri, meskipun belum ada jaminan bahwa produk KFC tersebut halal.

Dari contoh singkat di atas, dapat dilihat bahwa PR dan Pemasaran saling mempengaruhi satu sama lainnya. Kedua posisi ini tidak dapat dipisahkan mengingat hasil yang ingin dicapai sebuah perusahaan karena Public Relations mampu melakukan fungsi marketing (pemasaran) yang lebih efektif.

Referensi:

· Prof. Dr. Onong Uchjana Effendy, M.A. Dinamika Komunikasi. 2002. Bandung: Remaja Rosda Karya.

· Drs. Suryadi. Strategi Mengelola Public Relations Organisasi. 2007. Jakarta: EDSA Mahkota.

sumber http://fahrimal.blogspot.com/2009/04/perbedaan-public-relations-dengan.html


Public relation
- berhubungan dengan stake holder
- reputasi (Social< Responsibility, environment,caring)
- saves money
- riset environmental scanning, situational analysis,issues
- two way symmetrical


Marketing
- Hubungan dengan konsumen,klien,suppliers
- image : Branding,packaging,corporate id,adv
- makes money
-Riset : perilaku konsumen,psikografis,demografis
- economy driven & Two way assymmetrical


ReadmorePERBEDAAN PUBLIC RELATIONS DENGAN PEMASARAN

What is Public Relation - part 1

public relation 2012
Ada yang menarik ketika mengikuti seminar “menjadi humas ideal yang diselenggarakan oleh Komunita WArtawan Gresik pekan lalu, apa yang disampaikan pemateri Nurul Sari yang juga seorang praktisi dan akademisi

materi yang pertama tentang ke PR an atau yang sering kita ketahui dengan HUMAS, banyak pengertian yang dilontarkan oleh peserta antara lain adalah
" bagaimana mengkomunikasikan sebuah ide,program visi dan misi kepada organisasi di dalam atau dengan publik atau khalayak umum"


" Menjalin hubngan yang baik kepada media, masyarakat dan instansi diluar untuk mencapai visi perusahaan"

"melakukan komunikasi, publikasi, lobi,mengusulkan even dan sebagainya"

ada sebuah pengertian yang disampaikan nara sumber antara lain Public relation adalah
"The management of communication betweet an organization and its publics" (grunig and Hunt 1984)

dan pengertian yang lain
"the management function which evaluates public attitudes,identifies the policies and procedures of an individual or an organitation with the publicinterest, and plans and executes a program of action to earn public understanding and acceptance (Cutlip,Center, and broom,200)


sangat menarik pembahasan PR saat ini yang disampaikan nara sumber yang juga sebagai staf pengajar Komunikasi Universitas Airlangga tersebut. yang intinya eran PR sangat urgant saatini tidak hanya berfungsi sebagai media relation tetapi bagaimana mengidentifikasi kebijakan program sebelum, saat dan sesudah dilaksanakan agar tidak terjadi kebakaran yang menyebabkan citra atau visi yang dibangun gagal.

,

ReadmoreWhat is Public Relation - part 1

fimadani : Tiga Keahlian Dasar Pembicara Publik

public speaking 2012
Bagi sedikit orang, berbicara di depan publik adalah hal yang biasa. Tapi, untuk sebagian besar dari kita, yang ada malah sebaliknya. Ketika berdiri dan menyampaikan pendapat di depan banyak orang, yang boleh jadi lebih berpengetahuan, lebih berpengalaman, atau lebih berpengaruh dari kita, justru adalah penderitaan.

Faktanya, pernahkah Anda jumpai seseorang yang mampu mendapatkan derajat tinggi dan mempertahankannya, tanpa keahlian berbicara secara efektif di depan publik?

Hari ini, public speaking alias keahlian berbicara di publik, berfungsi seperti elevator naik pemasti keberhasilan apa pun impian hidup Anda. Karena, public speaking adalah senjata percepatan karier. Dari dua pribadi, yang sebanding dalam memiliki keahlian operasional, manajemen, dan kepemimpinan. Kepiawaian berbicara di depan publik, akan menjadi roket pelesat karir salah satunya.

Karena, public speaking adalah sebuah karir itu sendiri. Perhatikan, betapa perusahaan/organisasi sangat membutuhkan keberadaan seseorang dengan keterampilan berbicara di publik. Yang berguna sebagai jembatan pelayanan antara organisasi dengan pasar yang saling menghargai. Maka, mudah Anda bayangkan seperti apa dampak baiknya bagi kehidupan pribadi tersebut. Andakah orangnya?

Karena, public speaking ialah keterampilan hidup yang sangat menguntungkan si pemilik. Bagi siapa pun Anda, dalam posisi apa pun di sebuah organisasi. Bahkan, bagi seorang pemula sekalipun.

Tidakkah, Anda pernah berimajinasi betapa beruntungnya Anda, ketika menjadi pembicara publik yang dihormati dan dihargai tinggi. Saya sarankan, Anda dapat segera gunakan panduan praktis 3 langkah di bawah ini, untuk membangun karir dan keahlian sebagai pembicara publik.
1. Self Mastery

Saya tahu, setiap dari kita memiliki cara masing-masing untuk grogi, takut, atau pun khawatir. Termasuk, saat menjelang, sedang, atau seusai berbicara di publik.

Kenalilah tanda-tanda itu, mengertilah alasan di balik itu semua. Dan, jadikanlah pengalaman pribadi itu sebagai pintu keluar untuk mendesain satu paket pribadi yang baru. Gunakan pendekatan tranformatif-dan-utuh untuk selesaikan bagian ini. Jadinya, Anda tidak membuang apa pun fenomena dan perasaan negatif itu. Sebut saja: cemas, grogi, takut lupa, khawatir tanpa alasan, keringat dingin, pucat, tiba-tiba kedinginan, (atau, mungkin Anda bisa sebutkan yang lainnya). Tapi, Anda malah bersahabat dengan mereka. Kok bisa, bersahabat? Benar, saat Anda lebih terlatih menguasai berbagai warna perasaan, Anda pun lebih mahir melukiskannya dalam bentuk pelangi percakapan yang lebih semarak. Seperti syair lagu yang mungkin masih Anda ingat, “Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu.”

Ringankan beban perjalanan hidup Anda di masa depan. Dengan mengubah pengalaman Anda di masa lalu, sebagai modal berharga dan cermin kebijaksanaan dalam melangkah. Kita bisa lebih menikmati hidup, saat menguasai pikiran-dan-perasaan pribadi. Dan, persis seperti itulah yang ditampilkan secara mantap oleh seorang pembicara publik yang terlatih.
2. Art of Communication

Seni berkomunikasi! Mengapa disebut demikian. Anda tahu, komunikasi tak hanya tentang keakraban hubungan. Tapi juga, pesan yang disampaikan, cara sebuah gagasan disajikan, dan dampak yang secara tepat ingin dihasilkan.

Begitu Anda sadari, saat ini kita berada di tengah perang besar, bernama perebutan perhatian. Maka, sudahkah Anda lebih mampu menggaet dan mempertahankan perhatian dari teman bicara Anda, sejak menit pertama? Sudahkah Anda terlepas dari jeratan “kutukan pengetahuan”? Sudahkah Anda lihai menggelindingkan satu gagasan ke gagasan lainnya, sehingga transisi perpindahannya terasa sangat mulus dan lembut?
3. Art of Presentation

Pernahkah Anda perhatikan, dari banyak iklan yang memborbardir pikiran, hanya sedikit sekali yang mampu melekat dalam benak kita. Jika diibaratkan seperti iklan, apakah pidato, seminar, presentasi yang kita sajikan lebih mudah dilupakan, atau laksana perangko yang sangat melekat menyertai perjalanan surat ke tempat tujuan?

Setelah penguasaan diri dan komunikasi antar pribadi yang efektif. Saatnya, kita menyuguhkan gagasan dengan strategi yang mampu melekatkannya ke benak pendengar. Sebagai pembicara publik, kita ingin terjadi kesesuaian antara identitas pribadi, pesan dan harapan yang kita miliki, dengan model pikiran-dan-perasaan audiens. Keselarasan itu mutlak membutuhkan jalan bebas hambatan, berupa presentasi yang pas! Itulah kenapa, cepat atau lambat Anda akan mengerti bahwa presentasi di tangan sang ahli ialah sebuah seni. Penggunaan strategi, kiat-kiat praktis, dan humor yang tepat terjadi sempurna, layaknya racikan aneka bumbu dan bahan di tangan seorang chef yang handal.

Pembicara publik yang handal, terlatih memahat pesan terpentingnya. Pembicara publik yang handal, terampil menampilkan bingkai dan isi pidatonya. Pembicara publik yang handal, mampu secara halus membekaskan perubahan positif bagi pendengarnya.

Itu semua mudah didapat, dalam pelatihan yang tepat! Anda pun dapat menikmatinya. Jika belum dapat, berlatih bersama adalah jawabannya.

Tapi, taksekedar berlatih. Berlatihlah dalam pengkondisian lingkungan yang tepat, untuk akselerasi perbaikan sikap dan keahlian Anda. Berlatihlah bersama sobat belajar yang memberdayakan. Berlatihlah yang benar, setelah itu, berlatih secara benar.

Seperti tiada manfaat melatih gajah memanjat. Jadi jika, Anda lebih sukai dan mampu bercerita, akan lebih tepat gunakannya sebagai modal melatih keahlian Anda berbicara di publik. Daripada melatih Anda, untuk harus terampil menggunakan gaya bercakap-cakap model tanya-jawab.

Wah, sekarang sepertinya Anda lebih memahami esensi dari modeling. Amati, tiru, modifikasi. Amati dengan tulus. Tirulah sebaik mungkin. Dan tirulah dengan lebih baik, modifikasilah dengan kreatif.

Sampai di sini, saya sudah meyakinkan Anda betapa penting menguasai keahlian berbicara di publik. Anda juga telah membaca 3 strategi dasar menguasai keahlian berbicara di publik. Dengan sungguh-sungguh, saya berharap dapat berjumpa dengan Anda, dan kemudian menjadi sobat berlatih Anda, menguasai keahlian berbicara di publik. Sementara itu, teruslah rajin membaca berbagai artikel di Fimadani.
http://www.fimadani.com/tiga-keahlian-dasar-pembicara-publik/
Readmorefimadani : Tiga Keahlian Dasar Pembicara Publik

pembekalan konselor : Suami Ingin Nikah Lagi, Padahal Saya Tak Rela…

pembekalan konselor RKI
Perkokoh Keluarga, PKS Siapkan Konselor RKI Handal

"Suami saya minta menikah lagi, bu....padahal saya tidak rela?" kata bu Yuni kepada konselor RKI dengan mimik yang serius, menggambarkan masalah yang merundungnya. Hampir bersamaan dengan selesainya kalimat itu, riuh tawa terdengar memenuhi ruangan.

Dialog itu adalah bagian dari sesi "curhat praktek" dalam acara Pembekalan Muwajih dan Konselor Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang diselenggarakan oleh BidPuan DPW PKS DIY, Selasa (14/2).

DPW PKS DIY merupakan salah satu DPW yang telah membekali konselor RKI secara intens. Sebanyak 60 konselor dari DPD dan DPW hadir mengikuti pembinaan yang berlangsung empat jam itu.

"BidPuan DPW PKS DIY sangat serius mengelola program RKI, agar kemanfaatannya benar-benar bisa dirasakan oleh kader dan masyarakat luas. Salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah dengan selalu memberikan pembekalan kepada para Muwajih dan Konselor RKI. Program ini rutin berjalan sebulan sekali", terang Ketua BidPuan DPW PKS DIY, Muzna Nurhayati.

Melalui pembelakan rutin itu, DPW PKS DIY meningkatkan kompetensi konselor RKI dengan ilmu, wawasan dan berbagai ketrampilan yang diperlukan selaku konselor keluarga.

RKI merupakan program nasional PKS yang dilaunching tahun lalu dalam rangka mengokohkan keluarga Indonesia. Melalui RKI, partai Islam itu memberikan pelayanan dan bekal kepada suami, istri, ayah dan ibu agar lebih harmonis dan mampu menyelesaikan problematika keluarga. Selain memberikan pelatihan keluarga dan parenting, RKI juga melayani konseling keluarga. Hingga saat ini, telah terbentuk lebih dari 120 RKI di 33 provinsi seluruh Indonesia. [IK/pks-diy/bsb]

http://www.bersamadakwah.com/2012/02/suami-ingin-nikah-lagi-padahal-saya-tak.html
Readmorepembekalan konselor : Suami Ingin Nikah Lagi, Padahal Saya Tak Rela…