khutbah jumat 2012: Ormas Islam dan Ukhuwah Islamiyah

Bookmark and Share
Ormas Islam dan Ukhuwah Islamiyah
JUMAT, 13 JANUARI 2012 ADMIN
Ormas Islam dan Ukhuwah Islamiyah
Oleh Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail
khutbah jumat 2012

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالاتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ ِالهَ ِالاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اِيَّاهُ نَعْبُدُ وَاِيَّاهُ نَسْتَعِيْنَ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ. اَلّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَالله اِتَّقُ اللهَ تَعَالَى رَبَّ الْعَالمَِيْنَ. وَسَارِعُوْ اِلى مَغْفِرَةِ اللهِ الْكَرِيْمِ. قَالَ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ آل عمران: ١٣٣



Hadirin jamaah sholat jum’at rahimakumullah

Segala puji bagi Allah Swt yang telah menciptakan makhluk bertahap-tahap, mengelola dan mengatur mereka dalam tahapan-tahapan penciptaan sebagaimana yang dikehendaki-Nya dengan kemuliaan dan kudrat-Nya. Allah Swt mengutus para rasul-Nya kepada orang-orang yang mukallaf untuk menjadi alasan dan peringatan atas mereka agar tidak ingkar. Allah Swt menjadikan para rasul sebagai pemimpin bagi orang-orang yang mengikuti jalan mereka dan menganugerahkan nikmat-Nya yang berlimpah kepada mereka, Dia menjadikan mereka sebagai penegak hujjah dan argumentasi atas orang-orang yang menentang manhaj mereka dengan hujjah yang tajam. Para rasul telah menegakkan dalil, menyinari jalan, menghilangkan duri dan rintangan, memotong segala udzur, mendirikan hujjah dan menerangkan argumentasi.



Muhammad Saw adalah pembanding dan teladan yang dominan, dimana pada akhlaknya, perkataannya, dan amal perbuatannyalah, semua akhlak, perkataan, amal perbuatan, diukur dan diperbandingkan. Muhammad Saw adalah pembeda yang terang benderang yang dengan mengikutinya akan terpisahlah secara jelas antara orang-orang yang berada dalam hidayah dengan orang-orang yang berada dalam kesesatan. Rasulullah Saw selalu bersemangat dan berusaha keras dalam berjuang di jalan Allah Swt. Tidak ada seorang pun yang dapat mencegahnya, selalu bangkit untuk menyampaikan dan menunaikan perintah Allah Swt. Tidak ada yang dapat menghalanginya dari tugas tersebut. Muhammad Saw telah menyampaikan risalah, menunaikan amanat, menasihati umat, dan berjihad di jalan Allah Swt dengan sebenar-benarnya, dan berhamba dengan ibadah kepada Allah Swt hingga datangnya ajal yang yakin. Sehingga seluruh dunia tercerahkan dengan risalah Allah Swt setelah kegelapannya, hati-hati menjadi bersatu setelah bercerai-berai, cahaya dan kebahagiaan pun memenuhi bumi dengannya, dan orang-orang masuk ke dalam agama Allah Swt secara berbondong-bondong. Setelah Allah Swt menyempurnakan agama-Nya dengan pengutusannya, dan menganugerahkan kenikmatan dengannya atas hamba-hamba-Nya dari orang-orang yang beriman, maka Allah Swt pun memanggil-Nya dan memindahkan-Nya ke Ar-Rafiq al-A'la dan tempat yang tertinggi. Dan nabi Muhammad Saw telah meninggalkan umatnya dalam manhaj yang terang, dan jalan yang jelas dan bersinar. Dan semoga shalawat dan salam dan keselamatan sebanyak-banyaknya atas Muhammad Saw dari Allah Swt., para malaikat-Nya, nabi-nabi-Nya, rasul-rasul-Nya, dan orang-orang yang shalih dari para hamba-Nya. Demikian pula dan semoga shalawat dan salam dan keselamatan sebanyak-banyaknya atas keluarga beliau, sebagaimana beliau telah mentauhidkan dan mengesakan Allah Swt., mengenalkan-Nya dan berdakwah ke jalan-Nya.



Jamaah sholat jum’at rahimakumullah

Sebelum bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, umat Islam telah berjuang melawan penjajahan Belanda dengan berbagai cara. Mulai dari perlawanan fisik sampai perlawanan non fisik. Pada awal abad dua puluh umat Islam memulai perjuangannya secara terpadu lewat organisasi massa. Maka lahirlah umpamanya Syarikat Dagang Islam, Muhammadiyah, NU, PUI, Perti, PSII, Persis dsb.



Tujuan utama organisasi massa Islam ini adalah mengikat umat Islam dalam suatu wadah guna menentang penjajahan Belanda. Namun karena organisasi-organisasi massa ini memiliki cara khusus masing-masing, tidak jarang terjadi gesekan-gesekan perselisihan antar organisasi massa tersebut, khususnya dibidang furu'iyyah. Kita sering menyaksikan silang pendapat antara pengikut Muhammadiyah dengan NU, Muhammadiyah dengan Persis, Persis dengan NU dan seterusnya. Silang pendapat ini sering memuncak sampai kepada perang dingin dan bahkan permusuhan fisik.



Kondisi demikian ini diperburuk dengan langkah-langkah dan sikap yang diambil oleh sebagian organisasi massa yang berusaha mempertajam perbedaan visi dibidang furu’ ataupun khilafiyyah. Muhammadiyah menanamkan kemuhammadiyahan, NU mengajarkan aswaja dan seterusnya. Sehingga munculah suatu image bahwa organisasi-nyalah yang paling benar dan kelompok dia sendirilah yang akan masuk surga karena termasuk dalam Ahlussunnah wal Jama'ah, sedangkan pengikut organisasi lainnya akan diseret masuk api neraka karena tidak termasuk dalam firqah najiyah yaitu Ahlussunnah wal Jama'ah.



Jamaah sholat jum’at rahimakumullah

Sampai saat ini kita masih sering mendapatkan silang pendapat mengakibatkan permusuhan antar kelompok, khususnya dikalangan masyarakat awam. Hal ini amat memprihatinkan, sebab perselisihan dibidang furu’ atau khilafiyah ini akan menguras habis kekuatan Islam sehingga tidak sempat lagi memprogramkan atau melaksanakan hal-hal yang seharusnya dijadikan prioritas dalam dakwah.



Untuk mencapai ukhuwwah Islamiyyah yang diperintahkan Allah, setiap ormas Islam harus memahami kebhinekaan dan silang pendapat sebagai sunnatullah yang membawa rahmat bukan menimbulkan nikmat atau malapetaka.



Hadirin jamaah sholat jum’at rahimakumullah

Hampir semua sepakat bahwa perselisihan dan perpecahan merupakan kendala serius gerakan umat Islam kontemporer, karena menghambat lajunya perkembangan dakwah Islamiyyah.



Perbedaan adalah sunnatullah yang pasti berlaku pada semua makhluk-Nya. Kita tidak akan mendapatkan dua makhluk yang serupa dan sama dalam sifat, perilaku dan seluruh hal ihwalnya. Bila kita merenungi alam semesta yang luas ini, kita jumpai aneka ragam pepohonan, macam-macam tumbuhan dan warna-warni bebungaan, kendati semuanya disiram dengan air yang sama dan tumbuh diatas macam tanah yang sama pula. Pada kebhinekaan dan pluralitas itulah kita dapat menikmati keindahan yang menakjubkan. Namun demikian, tidaklah semua kebhinekaan yang kurang dinikmati dan justru menyesakkan dada karena tidak ada keharmonisan dan amat senjang dengan pembawaan kudrati manusia.



Manusia sebagai ciptaan Allah tak terlepas dari sunnatullah ini. Mereka berbeda warna kulitnya, bahasanya dan cara berpikirnya. Penemuan ilmiah modern menyimpulkan bahwa tidak ada sidik jari manusia yang sama di dunia ini. Dalam perbedaan ini terdapat tanda keagungan Allah dan kekuasaan-Nya. Firman Allah Swt:



وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ. (الروم: 22)


"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (QS. Ar-Ruum: 22).



Kita yakin bahwa akal merupakan ciri khusus yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Dengan akal inilah, manusia diharapkan mampu mengemban tugas mulianya sebagai khilafatullah fil ardl. Barangkali termasuk keajaiban kekuasaan Ilahi, sampai saat ini manusia belum mampu mengungkap hakikat akal yang menjadi motor aktifitas berfikir manusia. Akal masih merupakan misteri dan rahasia yang tidak diketahui kecuali oleh Allah Swt sehingga apa yang berkaitan dengan akalpun masih akan tetap menjadi teka-teki. Mengapa manusia berbeda-beda? Firman Allah Swt:



وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ * إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ (هود:118-119)

"Mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabb-mu." (QS. Hud: 118-119).



Oleh karena perbedaan cara berfikir manusia merupakan hakikat alamiyah dan iradah Ilahiyah, maka tidaklah heran bila manusia masih saja berbeda pendapat kendatipun menurut pandangan para ahli, kondisi-kondisi obyektif menuntut adanya kesamaan pendapat.



Hadirin jamaah sholat jum’at rahimakumullah

Hakikat perbedaan alamiah yang dimiliki manusia telah dijadikan Rasulullah Saw sebagai titik sentral perhatian beliau dalam mendidik sahabat-sahabatnya. Walaupun Allah menyatakan bahwa mereka sebenarnya kaum yang suka bertengkar, sebagaimana firman Allah:



وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ (الزخرف ٥٨)

Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan Kami atau Dia (Isa)?" mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (QS. Az-Zukhruf: 58)



Dalam Al-Quran surat Maryam ayat 97 Allah berfirman:



فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا (مریم: 97)



Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.



Namun berkat kearifan beliau, pertentangan itu berhasil diredam dan justru dijadikan alat untuk memicu dan memacu semangat berlomba dalam kebaikan.



Rasulullah Saw bersabda:

وَعنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا» (رواه أبو داود)

“Aku akan menjamin sebuah rumah di tepi surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan meskipun dia yang benar." (HR. Abu Daud)



Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Bukhari dan Muslim pernah meriwayatkan sebuah hadits bahwa Nabi Saw pernah mengutus Muadz bin Jabal dan Abu Musa ke Yaman, seraya memberi nasihat.



وَعنْ أبى مُوْسَى اْلأَشْعَرِي قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « يَسِّرَا وَلاَ تُعَسِّرَا، وبَشِّرَا وَلاَ تُنَفِّرَا، وَتَطَاوَعَا وَلاَ تَخْتَلِفَا (رواه البخاري)

"Berilah kabar gembira dan janganlah kamu takut-takuti, permudahkanlah dan janganlah kamu persulit, janganlah kamu saling keras kepala memegang pendapat dan janganlah berselisih." (HR. Bukhari)



Hadits ini memberi pesan agar kita tidak bersikeras mempertahankan pendapat dan memaksakannya kepada orang lain sehingga menimbulkan pertentangan dan perpecahan. Larangan ini bukan berarti kita tidak boleh berbeda pendapat karena silang pendapat merupakan fitrah. Yang dilarang adalah silang pendapat yang bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Kalau perbedaan pendapat dilarang, berarti Islam telah membunuh kreatifitas dan kebebasan berfikir manusia dan menutup rapat pintu ijtihad.



Setiap orang berhak untuk berpendapat dan mempertahankan pendapatnya, akan tetapi umat Islam sebagai kesatuan haruslah memiliki satu pendapat yang dihormati semua pihak dan memiliki satu sikap pada tataran operasional dalam rangka meninggikan kalimah Allah.



Jamaah sholat jum’at rahimakumullah

Dari keterangan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa sikap kebersamaan dan ukhuwwah organisasi massa lebih diutamakan daripada kebersamaan dalam pemikiran. Kesatuan umat lebih didahulukan dari kesatuan pendapat. Kita boleh berbeda pendapat tetapi tetap satu umat. Silang pendapat tidak dilarang seluruhnya. Yang dilarang hanyalah silang pendapat yang menyeret umat Islam kearah perpecahan dan permusuhan.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
http://www.ikadi.or.id

khutbah jumat tentang maulid nabi muhammad saw,khutba jumat 2012,khodbah jumat 2012,khutbah jum'at 2012,khutbah jumat 2012

{ 1 comments... Views All / Post Comment! }

Kiki Alfatih said...

nice